Bibirku luput dari serpihan wawasan
Otakku tak menyiang pelajaran
Hanya CINTA,aku minum jadi Kata
Kata yang tak habis sepanjang jalan raya
Tubuhku keras kala mendengar CINTA
Entah apa penting CINTA di telinga
Entah kenapa CINTA bertahta setingkat Dewa
Cinta seperti Tuhan kedalikan semua
No comments:
Post a Comment