Fikiran berupa Tulisan
Wednesday, September 12, 2018
Layang - layang
Aku terbang seakan bebas
Padahal ada yang kendalikan
Ditarik dan diulur
Diputus dan disambung
Aku masih terbang seakan bebas
Padahal ada yang gerakkan
Tersangkut dan terjepit
Terpatahkan dan terobekkan
Aku hanya terbang
belum bebas
Saturday, November 5, 2016
Teruntuk Sejawatku
Bisakah kau sedikit lembut ?
Aku tak mungkin buatmu hanyut
Apalagi menciut
Dimakan takut
Aku yang selalu menyeka dosamu
Menjadi obat lukamu
Mencibirmu selagi salah
Menutup telingamu kala yang lain berserapah
Sumpah, kau Sejawatku
Tapi dulu
Dimulai saat kau menghunus pedangmu
Jadi musuhku
Itu yang kau mau
Itu yang kau mau
Meninggikan bahumu
Isyaratmu aku sadar
Isyarat kata bubar
Aku tak mungkin buatmu hanyut
Apalagi menciut
Dimakan takut
Aku yang selalu menyeka dosamu
Menjadi obat lukamu
Mencibirmu selagi salah
Menutup telingamu kala yang lain berserapah
Sumpah, kau Sejawatku
Tapi dulu
Dimulai saat kau menghunus pedangmu
Jadi musuhku
Itu yang kau mau
Itu yang kau mau
Meninggikan bahumu
Isyaratmu aku sadar
Isyarat kata bubar
Wednesday, September 21, 2016
Sudahlah
Apa yang kau tunggu ?
Penantian ?
Sudahlah, hatimu sudah berdarah beberapa kali
Bahkan beribu kali
Tak usah lagi kau takut kehilangan
Padahal itu sudah berlalu lalang di udara
Apa yang kau tunggu ?
Penantian ?
Alasan apalagi yang mesti kau uraikan
Kau hanya embun kaca yang tak di anggap
Sudahlah. . .
Penantian ?
Sudahlah, hatimu sudah berdarah beberapa kali
Bahkan beribu kali
Tak usah lagi kau takut kehilangan
Padahal itu sudah berlalu lalang di udara
Apa yang kau tunggu ?
Penantian ?
Alasan apalagi yang mesti kau uraikan
Kau hanya embun kaca yang tak di anggap
Sudahlah. . .
Saturday, August 20, 2016
Lara Manis
Perlahan kutanam di dada ternyaman
Tanpa gaduh tapi kejam
Ia baik menyapa si tajam
Ia baik tersenyum dihujam
Berkalung kunci patah
Kugantung Ia yang lemah
Di depan pintu
Ditunggu seorang nyonya bergaun biru
Ditutup pintu nyonya aku didalamnya
Ia masih tergantung tanpa nyawa
Di depan pintu
Berkalung kunci Patah
Tanpa gaduh tapi kejam
Ia baik menyapa si tajam
Ia baik tersenyum dihujam
Berkalung kunci patah
Kugantung Ia yang lemah
Di depan pintu
Ditunggu seorang nyonya bergaun biru
Ditutup pintu nyonya aku didalamnya
Ia masih tergantung tanpa nyawa
Di depan pintu
Berkalung kunci Patah
Sunday, August 7, 2016
Masa Bodoh
Tiada berjumlah tabib yang dapat menyembuhkan
jika rasa peka telah hilang
Hidup bukan membangun dunia sendiri
namun mencari yang dapat di tempati bersama
Hatimu mati rasa
Jiwamu kaku
Ketulusanmu samar-samar kelambu
Ini bukan semata-semata kemenangan
Rasakan saja jika engkau tlah di acuhkan
oleh Tuhan
jika rasa peka telah hilang
Hidup bukan membangun dunia sendiri
namun mencari yang dapat di tempati bersama
Hatimu mati rasa
Jiwamu kaku
Ketulusanmu samar-samar kelambu
Ini bukan semata-semata kemenangan
Rasakan saja jika engkau tlah di acuhkan
oleh Tuhan
Sunday, July 17, 2016
Negeri Origami
Selamat datang di negeri Origami
Negeri yang harus terlipat
Ku lihat kertas perca polos akan lipatan
Padahal ini negeri Origami
Origami Origami
Kuterbang dijemput pensil bersayap
Kenapa harus ada Pensil ?
Sedangkan ini negeri Origami
Origami Origami
Masih di negeri Origami
Adakala merasa ini bukan negeri Origami
Namun ini negeri Origami
Origami Origami
Lipatan mana yang belum terlipat ?
Ayolah lipatkan saja agar terlipat
Bukankah ini negeri Origami
Origami Origami
Lipatannya salah
Tapi itu sudah terlipat
Selamat di negeri Origami
Wednesday, July 13, 2016
Dan Akhirnya
Dieluskan rambut kepalaku dan dibisiknya
Kita telah selesai
Jangan lagi habiskan air mata untukku
Aku bukan yang baik
Dipegangkan tanganku pada tangannya dan ucapnya
Genggaman ini bukan genggaman terakhir
Masih ada yang akan menggegammu
Hanya saja dengan pemilik yang berbeda
Ditunjuknya Bintang dan dibisiknya lagi
Titik itu akan terus bercahaya
Jangan khawatir Bila kau
Berjuang untuk orang lain
Monday, April 11, 2016
AWAN
Sepucuk surat untukmu dan kelembutanmu
Kuharapa masih ada tempat untuk merebah
Ragaku letih
Ia tau kapan ia harus berhenti
Awan. . .
Aku butuh segenggam saja kehalusanmu
Tak harus banyak tapiku dapat merasa
Ragaku rapuh
Awan . . .
Sayang kau tak punya kotak surat
Kuharapa masih ada tempat untuk merebah
Ragaku letih
Ia tau kapan ia harus berhenti
Awan. . .
Aku butuh segenggam saja kehalusanmu
Tak harus banyak tapiku dapat merasa
Ragaku rapuh
Awan . . .
Sayang kau tak punya kotak surat
Wednesday, March 30, 2016
MENANGISLAH
Dibisklah untaian salam pergi di kupingmu
Jangan terkejut
Kau sanggup menghadapinya
Hanya saja pipimu harus basah
Menagislah . . . .
Biarlah belati menyayat hatimu sedikit
Perlahan ia akan tertutup oleh tegarmu
Ia akan bermain dalam jangka waktu
Tak terhingga
Sampai kau tahu
Air matamu
Hanya untuk
Kebahagiaanmu
Jangan terkejut
Kau sanggup menghadapinya
Hanya saja pipimu harus basah
Menagislah . . . .
Biarlah belati menyayat hatimu sedikit
Perlahan ia akan tertutup oleh tegarmu
Ia akan bermain dalam jangka waktu
Tak terhingga
Sampai kau tahu
Air matamu
Hanya untuk
Kebahagiaanmu
Monday, March 28, 2016
KUAT
Ragaku rapuh tapi masih mencengkeram langit
Mataku tertutup namun tetap tantang matahari
darahku mendidih kencang
aku ingin mati dalam menang
Aku tau aku kuat
masih banyak yang lebih
parah berkutat dariku
Masih banyak yang lebih kehilangan
dariku
Friday, January 1, 2016
Kenang Teringat
keatas lekas nonbatas
berkanvas luas bernafas
tertegas deras beringas
azas kulafas berbekas
berlari diduri-duri
pungkiri diri ber-iri
mandiri sendiri
telusuri gerigi beladiri
sang petang datang
terngiang digendang orang
terkenang berjuang perang
melayang terbang bermenang
saat lihat sangat kuat
taat bersyahadat berikat
kilat malaikat,pesilat wafat
terpahat tertamat
berkanvas luas bernafas
tertegas deras beringas
azas kulafas berbekas
berlari diduri-duri
pungkiri diri ber-iri
mandiri sendiri
telusuri gerigi beladiri
sang petang datang
terngiang digendang orang
terkenang berjuang perang
melayang terbang bermenang
saat lihat sangat kuat
taat bersyahadat berikat
kilat malaikat,pesilat wafat
terpahat tertamat
Subscribe to:
Posts (Atom)
Layang - layang
Aku terbang seakan bebas Padahal ada yang kendalikan Ditarik dan diulur Diputus dan disambung Aku masih terbang seakan bebas Padahal ada y...
-
Perlahan kutanam di dada ternyaman Tanpa gaduh tapi kejam Ia baik menyapa si tajam Ia baik tersenyum dihujam Berkalung kunci patah Kug...
-
Apa yang kau tunggu ? Penantian ? Sudahlah, hatimu sudah berdarah beberapa kali Bahkan beribu kali Tak usah lagi kau takut kehilangan...
