Dibisklah untaian salam pergi di kupingmu
Jangan terkejut
Kau sanggup menghadapinya
Hanya saja pipimu harus basah
Menagislah . . . .
Biarlah belati menyayat hatimu sedikit
Perlahan ia akan tertutup oleh tegarmu
Ia akan bermain dalam jangka waktu
Tak terhingga
Sampai kau tahu
Air matamu
Hanya untuk
Kebahagiaanmu