Perlahan kutanam di dada ternyaman
Tanpa gaduh tapi kejam
Ia baik menyapa si tajam
Ia baik tersenyum dihujam
Berkalung kunci patah
Kugantung Ia yang lemah
Di depan pintu
Ditunggu seorang nyonya bergaun biru
Ditutup pintu nyonya aku didalamnya
Ia masih tergantung tanpa nyawa
Di depan pintu
Berkalung kunci Patah
No comments:
Post a Comment