Sepucuk surat untukmu dan kelembutanmu
Kuharapa masih ada tempat untuk merebah
Ragaku letih
Ia tau kapan ia harus berhenti
Awan. . .
Aku butuh segenggam saja kehalusanmu
Tak harus banyak tapiku dapat merasa
Ragaku rapuh
Awan . . .
Sayang kau tak punya kotak surat
No comments:
Post a Comment